Kebiasaan yang Perlu Dihindari untuk Mencegah Gigi Keropos

Kebiasaan yang Perlu Dihindari untuk Mencegah Gigi Keropos

Karies gigi terjadi akibat adanya ketidsakseimbangan proses pelepasan mineral (deminerlisasi) dari gigi dengan pengembalian mineral dalam gigi. Hal inilah yang acap kali membuat gigi keropos dan rapuh.

Berikut beberapa factor penyebab yang menjadikan Gigi Keropos :
Kandungan fluor dalam makanan dan minuman yang berlebihan dapat mengakibatkan fluorosis (gigi dengan bercak putih).

Kondisi mulut yang kotor seperti plak yang tidak dibersihkan atau sisa-sisa makanan yang masih tertinggal di sela-sela gigi dapat memicu terjadinya karies.

Kolonisasi bakteri di dalam mulut disebabkan transmisi antar-manusia, yang paling banyak dari ibu atau ayah.

Air liur berfungsi sebagai penetral asam dan membersihkan sisa-sisa makanan dalam mulut. Bila air liurnya berkurang maka karies bisa meningkat tajam.

Setiap kali seseorang mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat, maka beberapa bakteri penyebab karies di rongga mulut akan mulai memproduksi asam sehingga terjadi pelepasan mineral dari gigi yang berlangsung selama 20-30 menit setelah makan.

Gigi rapuh tidak hanya disebabkan karies, namun gigi keropos juga disebabkan oleh beberapa penyakit seperti berikut ini:

  1. Penyakit periodontal

Penyakit periodontal adalah salah satu  penyakit yang menyerang gusi, gigi dan tulang rahang. Dimulai dengan gingivitis dan mungkin memiliki gejala gusi merah dan bengkak. Jika tidak diobati, kondisi ini berkembang menjadi penyakit periodontal di mana struktur gigi Anda terganggu. Gigi rapuh akan terjadi pada tahap yang lebih lanjut dari penyakit ini.

  1. Osteoporosis
BACA JUGA:  Tips Hidup Lebih Baik dengan Yoga

Osteoporosis adalah penyakit yang menyebabkan tulang rapuh. Gigi juga dapat terpengaruh terutama karena usia penyakit. Mereka yang memiliki kepadatan tulang rahang rendah paling berisiko kehilangan gigi atau gigi rapuh. Segera ke dokter gigi untuk pemeriksaan menyeluruh jika  telah didiagnosis menderita osteoporosis.

  1. Penyakit ginjal

Penyakit ginjal tidak hanya dapat menyebabkan bau mulut dan rasa di mulut Anda, tetapi juga menyebabkan tulang keropos. Jika tulang di rahang terpengaruh, gigi rapuh dan longgar bisa terjadi. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, mereka tidak secara efektif memproses kalsium yang penting untuk gigi yang kuat.

  1. Perubahan saraf

Jaringan saraf yang berkurang berarti lebih sedikit jaringan saraf yang dirangsang. Ini terjadi seiring pertambahan usia. Jadi ketika Anda makan dan minum, bisa saja mematahkan gigi Anda, gigi kurang menyadari apa yang sedang terjadi. Pengurangan aktivitas saraf tentu dapat menyebabkan gigi rapuh, menurut situs Ekstensi Universitas Missouri.

Mencegah Gigi Keropos

  1. Sikat gigi teratur
BACA JUGA:  Tips Cara Hidup Sehat Dengan 10 Kiat Berikut Ini

Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride saat pagi dan malam hari sebelum tidur. Untuk pembersih tambahan bisa digunakan dental floss (benang gigi). Sikat gigi sebelum tidur dapat mengurangi risiko gigi keropos.

  1. Pemberian fluoride

Fluoride dalam pasta gigi terkadang tidak mencukupi kebutuhan fluoride bagi rongga mulut. Karena itu, perlu asupan tambahan fluoride yang bisa diperoleh dari gel, obat kumur, larutan, dan varnish. Anda bisa mengkonsultasikan hal ini pada dokter gigi.

  1. Modifikasi pola makan

Pengaturan frekuensi makan, dapat memengaruhi proses terjadinya karies. Makanan yang mengandung karbohidrat (misalnya keripik kentang dan camilan manis) dan asam (misalnya minuman berenergi dan jus buah) memerlukan waktu yang lebih lama untuk dapat bersih dari mulut, sehingga selama waktu tersebut pecahan karbohidrat dapat dihidrolisis menjadi gula sederhana, yang akan memberikan sumber makanan bagi  bakteri asidogenik di dalam mulut.

  1. Melakukan penambalan pada gigi yang sudah berlubang

Cara mengatasi gigi keropos adalah dengan menambal gigi yang bolong. Bahan tambal yang dipakai untuk menambal gigi berlubang bisa berbeda-beda untuk setiap kasus. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter gigi terlebih dahulu.

Share this...